Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 12 November 2011

Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan


Masyarakat Desa dan Kota
            Masyarakat desa adalah masyarakat yang  kehidupnnnya masih banyak dikuasai
Oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang  mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosial hidup bersama,bekerja sama dan berhubungan erat secara tahan lama , dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
            Masyarakat Modern Adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini.Pada umummnya masyarakat modern , sebab orang kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan.

Ciri-ciri Masyarakat Desa Dan Kota
Ø  Ciri-ciri Masyarakat desa
Adapun ciri yang menonjol pada masyarakat desa antara lain pada umumnya mempunyai kehidupannya tergantung pada alam (bercocok tanam) anggotanya saling mengenal , sifat gotong royong erat penduduknya sedikit perbedaan penghayatan dalam kehidupan religi lebih kuat.

1.      Lingkungan dan Orientasi Terhadap Alam

Desa berhubungan erat dengan alam, ini disebabkan oleh lokasi geografis di daerah desa petani, realitas alam ini sangat vital menunjang kehidupannya. Kepercayaan-kepercayaan dan hukum-hukum alam seperti dalam pola berfikir dan falsafah hidupnya menentukan.
2.      Dalam segi pekerjaan/Mata Pencaharian

Umumnya mata pencaharian daerah pedesaan adalah bertani sedangkan mata pencarian berdagang merupakan perkerjaan sekunder sebagian besar penduduknya bertani.
3.      Ukuran Komunitas

Komunitas Pedesaan biasanya lebih kecil dan daerah pedesaan mempunyai penduduk yang rendah kilo meter perseginya
4.      Kepadatan Penduduknya

Kepatadatan penduduknya lebih rendah, biasanya kelompok perumahan yang dikelilingi oleh tanah pertanian udaranya yang segar, bentuk interaksi sosial dalam kelompok sosial menyebabkan orang terisolasi.
5.      Diferensiasi Sosial

Pada Masyarakat desa homogenitas, derajat di ferensiasi atau perbedaan sosial relatif lebih rendah
6.      Pelapisan Sosial

Masyarakat desa kesenjangan antara kelas atas dan kelas bawah tidak terlalu besar.

7.      Pengawasan Sosial
Masyarakat desa pengawasan sosial pribadi dan rumah tamah disamping itu kesadaran untuk mentaati norma yang berlaku sebagai alat pengawasan sosial
8.      Pola Kepemimpinan
Menentukan kepemimpinan di daerah cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu. Disebabkan oleh luasnya kontak tatap muka dan individu lebih banyak saling mengetahui.Misalnya karena Kejujuran, Kesolehan, sifat pengorbanannya dan pengalamannya.
9.      Dalam Segi Keluarga
Rasa persatuan dalam masyarakat desa sangat kuat. Peranan keluarga sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam kehidupan ekonomi, pendidikan , adat istiadat dan agama.

10.   Dalam Segi Pendidikan

Pendidikan keluarga mewariskan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat kepada generasi berikutnya. Sebaliknya, pendidikan sekolah sangat jarang dijumpai kalaupun ada pendidikan sekolah hanya terbatas pasa tingkat dasar. Sebagai pelengkap pendidikan oleh keluarga atau masyarakat.
11.   Dalam Segi Agama

Fungsi agama mengatur hubungan manusia dengan yang maha pencipta.
Menjalankan perintah dan menjadi larangannya sesuai dengan aturan agama yang dianut.
12.   Dalam segi Politik

                               Pemimpin yang berdasarkan tradisi atau berdasarkan nilai-nilai sosial     
                               yang mendalam sosial :
-         Kyai
-         Pendeta
-         Tokoh Adat dan
-         Tokoh Masyarakat

-          
13.   Kesetikawanan Sosial

Kesetiakawanan sosial pada masyarakat desa lebih tinggi disebabkan oleh
Homogenis masyarakat yang terlihat dalam tolong menolong (gotong-royong) dan masyarakat.
14.   Perilaku Masyarakat Desa

Pola kelakuan adalah suatu cara bertingkah laku yang diciptakan untuk ditiru oleh banyak orang, Suatu cara bertindak yang tetap melalui proses pergaulan (peniruan) yang dilakukan oleh banyak orang dalam waktu relatif lama. Sehingga terbentuklah suatu kebiasaan didalam kehidupan masyarakat  luas menjadi suatu yang bersifat mekanis tanpa disertai dengan kemauan ataupun kesadaran.Jika  bernilai moral yang baik tindakan demikian tidak menimbulkan masalah, sebaliknnya jika negatif menimbulkan masalah dalam masyarakat. Didalam masyarakat desa tidak ada persaingan, disamping pengaruh norma dan nilai juga adat istiadat yang kuat, sehingga perubahan sangat lambat. Perilaku yang terikat bersifat status, gambar dan pasif mewarnai kehidupan. Kebiasaan-kebiasaan lain dalam aktifitas kehidupan tolonng menolong demikian dalam mengambil keputusan melalui masyarakat sehingga mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah hukum hal asing lagi.

Ciri-ciri Masyarakat Modern/Kota

-         Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
-         Hubungan dengan masyrakat lain dilakukan secara terluka dengan suasana yang saling mempengaruhi.
-         Kepercayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
-         Masyarakatnya ke dalam macam-macam profesi yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan.
-         Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata
-         Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks
-         Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat-alat pembayaran lain.







Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan :
1.      Bahwa masyarakat desa adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat.
2.      Desa memiliki 3 unsur yaitu : daerah dan letak, penduduk serta tata kehidupan
3.      Desa mempunyai ci-ciri pokok kehidupan adalah ketergantungan mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya.

Perubahan sosial mendorong munculnya semangat-semangat untuk menciptakan produk baru sehingga terjadilah revolusi industri, dan kemunculan semangat asketisme intelektual. Kemudian, asketisme intelektual menimbulkan etor intelektual, dan inilah yang mendorong masyarakat untuk terus berkaya dan terus mencipatakan hal-hal baru guna meningkatkan kemakmuran hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar